Terbongkar! Ini Penyebab Minat Baca di Indonesia Rendah

Terbongkar! Ini Penyebab Minat Baca di Indonesia Rendah

Minat baca di indonesia cenderung rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.

Hal ini dibuktikan oleh penelitian PISA 2018 (Programme For International Student Assesment) tentang minat baca negara-negara di dunia.

Indonesia memperoleh skor baca 371 dan menduduki peringkat ke-72 setelah Panama yang mendapat peringkat ke-71 dengan skor baca 377.

Selain itu, berdasarkan data dari UNESCO (United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization) minat membaca buku di Indonesia cuma 0.001 %. Artinya hanya 1 dari 1000 siswa saja yang memiliki minat baca yang tinggi.

Lantas apa yang menyebabkan rendahnya minat baca buku di Indonesia? Berikut ini penyebab rendahnya minat baca pada siswa di Indonesia menurut Fedame:

Penyebab Rendahnya Minat Baca di Indonesia yang Perlu di Ketahui

Penyebab Rendahnya Minat Baca di Indonesia yang Perlu di Ketahui

1. Kurangnya Dukungan Orangtua

Faktor pertama penentu dari minat baca adalah peran orangtua dalam mendukung, memotivasi serta membimbing anaknya agar gemar dalam membaca buku.

Pasalnya sebelum masuk lingkungan pertemanan anak cenderung akan bergaul dengan lingkungan keluarga.

Jika anak dibesarkan oleh Lingkungan keluarga yang kurang mendukung, misalnya pada keluarga broken home atau anak yang kurang kasih sayang keluarga, karena keluarganya sibuk.

Dua kondisi tersebut dapat mendorong si anak untuk mencari kebahagiaan di luar rumah, sehingga timbullah kenakalan remaja.

Jika sudah demikian, maka si anak akan malas dalam belajar, akibatnya minat baca buku akan menurun bahkan tidak minat sama sekali.

2. Lingkungan Kurang Mendukung

Lingkungan merupakan faktor utama dalam membentuk karakter dari anak setelah peran orangtua dalam keluarga. Lingkungan ini adalah lingkungan pertemanan.

Seorang siswa cenderung akan meniru perilaku temannya, meskipun itu adalah kebiasaan yang kurang baik.

Misalnya ketika teman tersebut membolos saat sekolah dan malas belajar, maka temannya yang lain juga akan ikutan membolos juga.

Oleh karenanya, dengan bergabung dengan lingkungan pertemanan yang baik, seperti lingkup pertemanan yang gemar membaca, maka akan berdampak baik juga pada anak itu sendiri.

Dengan demikian, minat untuk membaca buku akan meningkat.

3. Buku Tidak Menarik

Buku merupakan sarana utama dalam menarik minat baca siswa di Indonesia.

Kebanyakan buku di indonesia sifatnya terlalu monoton dengan teks tanpa gambar visual yang menggairahkan. Akibatnya ketika  siswa membaca akan cepat mengalami kejenuhan.

Puncaknya akan timbul rasa malas dalam membaca buku. Jadi alangkah baiknya buku-buku yang diterbitkan di Indonesia di kemas dalam bacaan dan gambar semenarik mungkin.

Dengan memakai buku yang memiliki konten yang bagus dan menarik, serta diselipkan gambar artistik, diharapkan mampu menarik minat baca siswa.

4. Kurang Luasnya Jangkauan Perpustakaan

Setelah buku dibuat semenarik mungkin. Peran penyedia buku seperti perpustakaan juga sangat vital sekali.

Pasalnya keberadaan perpustakaan terkadang masih kurang luas jangkauannya. Biasanya perpustakaan umum hanya ada di perkotaan.

Akibat dari jarak akses ke perpustakaan yang begitu jauh akhirnya para siswa menjadi malas untuk mengunjungi perpustakan tersebut. Lalu bagaimana cara menyiasatinya?

Salah satu caranya adalah dengan mengadakan perpustakaan keliling. Perpustakaan tersebut bisa berupa mobil yang disulap menjadi sebuah perpustakaan berjalan.

Dengan begitu, buku bisa terdistribusikan hingga ke desa-desa terpencil yang jauh dari perkotaan. Mudah-mudahan dengan cara tersebut siswa menjadi tertarik untuk gemar membaca buku.

5. Pengaruh Game Online

Tahukah Anda game online adalah salah satu permainan yang saat ini ramai dimainkan oleh banyak orang dalam jaringan internet.

Awal mulanya ditujukan untuk sekedar hiburan dan hanya dapat dimainkan oleh dua orang saja.

Namun seiring perkembangan dunia komputer yang semakin pesat, game online juga ikut berkembang dan dapat dimainkan di smartphone.

Faktor inilah yang menjadikan game tersebut diminati oleh banyak orang termasuk siswa.

Game online tersebut memang di desain untuk memberi efek senang dan addicted (candu) pada orang yang memainkannya.

Maka tak heran siswa akan asyik bermain game online sampai lupa waktu, dari sinilah permasalahan mulai muncul.

Jika sudah demikian, maka semua aktifitas lain termasuk membaca buku dan belajar akan terabaikan. Akibatnya minat baca akan menurun dan tidak menutup kemungkinan prestasi sekolah pun akan anjlok.

6. Pengaruh Media Sosial

Selain game online, media sosial juga memainkan peran yang begitu besar dalam mempengaruhi minat baca di Indonesia.

Awal mulanya media sosial diciptakan untuk menjalin komunikasi dengan orang terdekat yang berada di tempat yang jauh.

Namun akhir-akhir ini beberapa platform tertentu memunculkan fitur-fitur baru yang membuat penggunanya merasa sangat nyaman dan rela berjam-jam memakainya.

Akibatnya pengguna media sosial akan mengalami kecanduan dan merasa tak bisa hidup tanpa membuka media sosial tersebut.

Alhasil dengan keterikatannya dengan sosial media, aktifitas lain seperti membaca buku akan tersisihkan bahkan terlupakan. Lantas bagaimanakah solusinya?

Jadi solusinya adalah pakailah media sosial untuk berkomunikasi sewajarnya saja.

Demikian 6 penyebab  rendahnya minat baca di Indonesia. Semoga kalian bisa paham. Dengan mendukung dan menggalakkan budaya gemar membaca atau budaya literasi, niscaya suatu hari nanti Indonesia akan menjadi bangsa yang maju.

Jangan lupa dibagikan ya!

You May Also Like

About the Author: Joko Susilo

Best Quotes "Bacalah jika ingin mengenal dunia, Menulislah jika ingin dikenal dunia"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *